kira-kira itu yang bakal saya sampaikan kalo saja ketemu dengan orang yang “berbisnis” dengan saya dalam beberapa bulan ini… sayang sekali, meskipun ini adalah kali ketiganya saya berbisnis dengan mereka, belum sekalipun saya ketemu dengan salah-satu dari mereka… aneh, but transaksi yang kami lakukan mulus dan lancar-lancar saja tanpa terkendali… mereka senang, saya juga merasa puas… benar-benar deh, bisnis yang (mungkin) tidak bisa dilakukan di indonesia… bisa jadi mereka senang, saya merasa (tidak) puas…

hehehe bisnis apa hayo??? bukan bisnis sesuatu yang terlarang kan???

Baca Lebih Lanjut »

It must be a posting for a week ago, but since I was quietly busy recently, you know… assisting my senpai in doing his experiment, doing homework and report, being subject, it took so many times… So I just had finished this posting today.

Baca Lebih Lanjut »

“ne ne… kore nani?” tanyaku pada seorang teman sambil menunjuk huruf kanji di bagian 原材料名 (ingredient) pada bungkus sebuah snack berupa senbei

temanku mengerutkan keningnya trus melotot dengan ekspresi seperti di komik-komik jepang

“he? buta niku (豚肉)?”

“ne? sono senbei o tabechatta…,” kataku sambil mewek…

he? emang kenapa dengan senbei dan buta niku? ya karena senbei yang (terlanjur) masuk ke perut itu mengandung buta niku alias pork alias daging babi…

lha kok bisa??? emang ndak diliat dulu po kandungannya

Baca Lebih Lanjut »

entah mengapa sejak latihan angklung yang berkolaborasi dengan pemusik bambu di nakagawa (yang beranggota tidak hanya orang tua tapi juga beberapa anak SD dan SMP), saya jadi pengen menulis sesuatu tentang bambu… sebuah pohon berbentuk ramping dan tumbuh menjulang tinggi ke angkasa… sebuah pohon yang terkenal lentur ketika ditiup angin dan (bahkan) kokoh untuk konstruksi bangunan sekalipun (based on penelitian seorang professor bambu di ugm). saking lenturnya, saya ingat pernah baca komik kungfu boy di mana salah satu episod bercerita tentang si chinmi yang belajar toya dari pohon bambu yang begitu lenturnya ketika terkena angin (saya lupa jilid ke berapa itu).

Baca Lebih Lanjut »

kemarin siang, jam 12an siang aku menghabiskan waktu istirahat dengan seorang teman dari Brazil dengan makan sambil ngobrol di frying pan, sebuah area dengan taman kecil berbentuk lingkaran yang terletak di antara gedungku dan gedung dia. perbincangan yang tidak jelas antara aku dan dia, mulai dari kuliah non kredit yang kami ambil, paper yang mesti dikumpul dalam bahasa jepang, sampai kemudian dia berkata

“you know what, I think I lose my weight since I came here in Japan… I though that I’ was going to be fat when I was here, but you know what, even my waist getting smaller than before”

begitu kata dia sambil nunjukin lingkar pinggang dia yg semakin kecil dan pinggang celana dia yang kebesaran. Baca Lebih Lanjut »

tadi sepulang dari latihan angklung di kashiihama kaikan, iseng buka detik.com, ada artikel di detikhot, ceritanya chincha lawra membacyakan pancyasyila di upacyara harkitnas… (walah… kok jadi ngene sih nulisnya…), berita ndak penting banget yah… sayang di jepang ndak bisa nonton infotainment yang siapa tahu menayangkan adegan chincha lawra baca pancasila… pas lagi males juga nonton streaming tivi indo…

jadi membayangkan… kalo chincha lawra baca pancasila gimana yah???

Baca Lebih Lanjut »

selama di fukuoka ini, transportasi umum yang biasa saya gunakan untuk berpergian kalau tidak naik bis, naik kereta. bis yang paling umum dipakai adalah nishitetsu bus (西鉄バス), sedangkan untuk kereta, ada tiga pilihan, naik nishitetsu densha (西鉄電車), naik JR (Japan Railways), atau naik chikatetsu (kereta bawah tanah). dari tiga alternatif kereta, saya paling sebel banget naik JR. padahal bisa dikatakan, tiketnya lebih murah dibanding naik nishitetsu.

memangnya ada apa??? どうしたの…

Baca Lebih Lanjut »

sebenarnya postingan ini dah ngendon pekan lalu, nulisnya pas lagi bete-betenya karena sepatu basah dan harus “nyeker” di ruangan… parah… gini nih kalo pas lagi hujan bisa seharian…

memangnya kenapa???

Baca Lebih Lanjut »

sedikit meniru “what you see is what you get”, postingan kali ini saya beri judul “what you feel is what you design” ndak nyambung ya?

hari ini… hmmm tepatnya senin kemarin, saya ikutan salah satu kuliah yang entah mengapa menjadi mata kuliah favorit saya, padahal hanya 75% materi yang masuk dari telinga menuju otak untuk disimpan, sisanya entah kemana… tapi benar… sejak beberapa pertemuan belakangan, saya jadi suka sekali dengan kuliah ini… bukan karena sensei yang ngajar masih muda… bukan… cara menjelaskannya pun so so aja… (jauh lah dibandingkan kolega saya ini kalau sedang beraksi di kelas), tapi saya suka banget karena materi kuliah yang diberikan bener-bener keren (menurut saya)

emang mata kuliah apa to??

Baca Lebih Lanjut »

lagi-lagi posting tentang makanan… yup betul sekali, karena akhir-akhir ini, setiap pulang dari kampus, saya suka iseng di dapur, mengolah bahan makanan yang tersedia di peti sejuk, minjem istilahnya anak malaysia di sini, kemudian memasukkannya ke perut (melalui mulut tentunya), setelah itu tidur, dan keesokan harinya isi perut dikeluarkan… fyuuuh… mencoba meniru tips teman agar gemuk… makan setelah itu tidur (tapi kenapa ya kok ndak gemuk-gemuk juga…) Baca Lebih Lanjut »